SEJARAH DESA GAPURA
Sejarah Historis, Desa Gapura merupakan penggabungan dari 3 (tiga) kampung/desa, yaitu Kampung Segarau, Kampung Sungai Puguk, dan Kampung Perasak.
Sebelum penggabungan, Kepala Kampung Segarau di pimpin oleh UMRAN MOHNAN, Kampung Sungai Puguk dipimpin oleh M. ALI dan sedangkan Kampung Perasak di pimpin oleh MURSID M. JIRIN.
Pada bulan April tahun 1988 ketiga Kepala Kampung bermusyawarah dan mupakat untuk menyatukan ketiga kampung tersebut menjadi satu Desa. Musyawarah tersebut di hadiri oleh perangkat Desa pada masa itu, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk pemekaran desa baru. Hasil musyawarah tersebut di sepakatilah berdirinya Nama Desa baru yaitu Desa Gapura. Dan akhirnya pada tanggal 10 Juli 1988, Desa Gapura resmi di sahkan menjadi sebuah desa. Nama Desa Gapura diambil dari tiga suku kata dari ketiga Kampong tersebut, Ga – Pu – Ra. Nama Gapura diambil dari nama gabungan ketiga Kampung tersebut, yaitu ga untuk Segarau, pu untuk Sungai Puguk dan ra untuk Perasak.
Sebelum berdirinya Desa Gapura tahun 1988 seperti sekarang ini, desa sebelumnya mempunyai sejarah atau arti tersendiri. Menurut cerita orang terdahulu pada tahun 1890 M, datanglah seorang Datok dari Kerajaan Sambas yang bernama datok ARAU. Kemudian beliau membuka hutan dan bermukim di tempat tersebut. Beberapa kemudian daerah tersebut berkembang dan semakain ramai penduduknya. Lalu tempat tersebut menjadi sebuah kampong dan diberi nama Kampong Segarau. Sedangkan Kampong Sungai Puguk diambil dari sejarah sungai. Konon cerita dari orang tua-tua terdahulu, sewaktu membuat sungai di tempat itu, disaat sedang bekerja ada kejadian mala petaka menimpa para pekerja disaat membuat sungai, sehingga menimbulkan korban jiwa pekerja tersebut. Dengan adanya kejadian tersebut diatas, akhirnya sungai yang dibangun itu menjadi berhenti kegiatannya (menjadi puguk). Maka dari pada itulah tempat tersebut di beri nama Kampong Sungai Puguk. Sedangkan Kampong Perasak karena saking banyaknya batang perasak, maka orang tua-tua jaman dahulu memberinya nama Kampong Perasak. Ketiga Kampong tersebut di pimpin oleh Kepala Kampong pada masa itu.
Setelah berdirinya Desa Gapura tahun 1988, yaitu gabungan dari tiga kampong tersebut diatas, Desa Gapura menjadi lima Dusun, yaitu Dusun Segarau, Dusun Sei Puguk, Dusun Perasak, Dusun Mentibar dan Dusu Ciputat. Nama Dusun Mentibar dan Dusun Ciputat. Dusun Segarau Kepala Dusunnya MARSIDI, Dusun Sei Puguk Kepala Dusun HADLI GENTAN, Dusun Perasak Kepala Dusunnya MASRI, Dusun Mentibar Kepala Dusunnya NORDI M. SYAHRAN. Dan sedangkan Dusun Ciputat (Perasak Darat) Kepala Dusunnya MIUN. Nama Dusun Mentibar dan Dusun Ciputat, adalah pemekaran dari kampong asal yaitu Kampong Perasak. Setelah adanya komplik ras suku Melayu dan suku Madura tahun 1999, yang awalnya Desa Gapura terdiri dari lima dusun, sekarang Desa Gapura menjadi empat dusun yaitu Dusun Segarau, Dusun Sei Puguk, Dusun Perasak dan Dusun Mentibar.
Desa Gapura mempunyai 20 Rukun Tetangga (RT) dan 6 Rukun Warga (RW), dengan rincian sebagai berikut, Dusun Segarau berjumlah 6 RT dan 1 RW, Dusun Sei Puguk berjumlah 6 RT dan 2 RW, Dusun Perasak berjumlah 4 RT dan 1 RW, sedangkan Dusun Mentibar berjumlah 4 RT dan 2 RW.
Sejarah Pemerintahan Desa Gapura
Nama-nama Kepala Desa Yang Pernah Menjabat:
- MINHA H. M. JIRIN dengan Masa Jabatan 1888 – 2006, Selama 18 Tahun
- MATSAH IZRI dengan Masa Jabatan 2006 – 2012, Selama 6 Tahun
- SARMILI ISMAIL dengan Masa Jabatan 2012 – 2018 Selama 6 Tahun
- IWAN APRIANTO, A.Md selaku Pejabat Kepala Desa Gapura, dengan Masa Jabatan 2018 – 2019 Selama 2 Tahun
- ARWAN, dengan Masa Jabatan 2019 – 2027
Junira
24 Oktober 2025 14:15:05
Gapura luar biasa, Semoga makin maju ke depannya ...